Strategi Bisnis Ritel Selama Pandemi

Sektor bisnis ritel menjadi salah satu sektor yang terkena dampak dari pandemi. Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang dikeluarkan pemerintah guna menekan pandemi turut menjadi salah satu faktor melemahnya omzet.

Menurut Handaka Santosa selaku ketua Penasehat Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan (Hippindo), selama pandemi penjualan bisnis ritel hanya mencapai 10% dari jumlah keuntungan normal. Selain permintaan pasar yang menurun, tantangan juga datang dari komponen-komponen pengeluaran tetap yang harus dibayar oleh pengusaha.

Namun, pandemi yang menekan industri ritel saat ini harus disikapi dengan cepat oleh pelaku usaha agar bisa segera beradaptasi dan melakukan inovasi untuk meningkatkan efisiensi produksi maupun menawarkan produk yang terbaik bagi konsumen.

Nah, berikut adalah beberapa strategi yang dapat dilakukan oleh pelaku usaha antara lain;

1. Memaksimalkan Penjualan Ritel Secara Online/Multichannel

Pasar online merupakan pasar yang sangat potensial di masa depan. Di masa pandemi ini, masyarakat enggan berinteraksi secara tatap muka dan lebih memilih mencari cara alternatif untuk memenuhi kebutuhannya tanpa harus keluar rumah. Terbukti dengan meningkatnya transaksi e-commerce di Indonesia. Menurut catatan Kementerian Koordinator Perekonomian Republik Indonesia, nilai transaksi e-commerce terus menanjak, mulai dari peningkatan 152 persen pada tahun 2018 serta 88 persen pada tahun 2019 dan pada semester I-2020 terjadi kenaikan transaksi e-commerce sebanyak dua kali lipat dibandingkan periode sebelumnya.

2. Program Promosi

Di masa pandemi ini melakukan program promosi adalah hal yang sangat penting. Ada banyak jenis promosi yang dapat ditawarkan seperti potongan harga, bebas ongkos kirim, kemudahan pembayaran (baik secara online ataupun program cicilan), giveaway dan lainnya.

Jika ingin membuat program promosi, pastikan Anda mengetahui dengan tepat cara pencatatan, perumusan harga produk, hingga cara yang harus Anda lakukan untuk memasarkan produk. Jika Anda mengalami kebingungan, Anda bisa mengunjungi halaman website workshop berikut https://www.tommcifle.com/workshop/   untuk mendapatkan berbagai informasi menarik dari Coach Tom MC Ifle, yang merupakan Coach dengan lebih dari 100.000 jam terbang mengajarkan bisnis.

3. Transformasi Organisasi dan Efisiensi

Jumlah karyawan dan jadwal shift kerja perlu diubah. Pekerja di sektor ritel yang biasanya melayani walk-in customer pun harus multi-tasking agar lebih produktif, misalnya dengan memasarkan secara digital (melalui aplikasi chat), melayani penjualan jarak jauh maupun melakukan pengantaran barang dan lain sebagainya.

 

4. Downsizing

 

Pelaku usaha ritel dapat melakukan downsizing atau menurunkan margin keuntungan untuk menyesuaikan kebutuhan masyarakat. Dengan melakukan hal tersebut, harga jual bisa ditekan, sehingga produk tetap laku (market share tetap terjaga) di situasi pandemi yang tidak pasti seperti sekarang ini.

Selain strategi diatas, pada industri makanan, para pelaku usaha di sektor ritel f&b juga sudah banyak yang melakukan metode baru diantaranya dengan menjajakan frozen food sampai memaksimalkan layanan pesan antar atau drive thru.

Inovasi menjadi salah satu bagian strategi yang perlu diluncurkan untuk bertahan di masa pandemic ini. Bagi Anda yang memerlukan kiat ataupun tips/trik dalam berbisnis, Anda bisa mengikuti berbagai pilihan workshop bisnis di courses online bisnis nomor #1 di indonesia.